![]() |
| Fridolin Berek, Emanuel Bria, Dewi Leba, Pius Bria, Roy Tei Seran. |
Sebuah Talkshow bertema Mataros (Hamba - Malaka, Timor) digelar oleh Anak Timor Hits Creative di Jakarta, 21 Juli 2019 yang lalu.
Menggandeng KIKONAS (Kios Kaos Nasional) talkshow live via IG : AnakTimor Hitz Creative tentang kisah hamba, kaum kelas kedua atau kaum pekerja (proletar) diselenggarakan di Kedai Kopi Bolehlebo, Jakarta ini mencoba mengangkat harga diri para Mataros.Pius Fahik Bria salah satu pembicara berharap melalui kegiatan ini, para Mataros dapat bergandengan tangan membalikan anggapan menghina orang terhadap kaum hamba, masyarakat kelas kedua, kaum pekerja atau proletar.
" Karian Halo nu Ata, Ha Halo nu Nain. Bekerja seperti Mataros (hamba), makan seperti Raja ".
" Semoga Kalimat ini merepesentasikan niat dan keyakinan Mataros di mana pun berada, baik di Malaka maupun di semua manusia yang cinta akan Kerja ", tutur Pius Fahik Bria yang pernah menjadi Sekjen DPP GMNI, Memimpin Divisi Kewirausahaan dan Kepemudaan di KNPI, serta seorang pengusaha, dan juga Pemimpin KIKONAS dan anak Timor HItz Kreatif dalam Topik berjudul Pemuda dan Enterpreneurship.
Selain Pius Fahik Bria, turut selaku narasumber adalah Fridoline Berek dan Emanuel Bria.
Fridoline Berek, asal Malaka, yang saat ini konsen di Bidang Pencegahan Korupsi dan mengabdikan diri seutuhnya demi penyelenggaraan Pemerintahan yang Bebas Korupsi, mengangkat judul “ Memperbaiki Kinerja Pemerintahan Melalui Integrasi Perencanaan - Penganggaran ".
Dan Emanuel Bria, Kelahiran Malaka yang sudah lama mengabdikan diri sebagai Aktivis LSM pada bidang Pertambangan, Energi dan Sumberdaya dan pernah berkarya di Vietnam selama beberapa tahun serta aktif menjadi pembicara di berbagai kesempatan, terutama bersama pihak luar negeri dalam berbagai kesempatan dialog mengenai Sumberdaya Energi dan Gas, mengangkat judul " Membangun Indonesia Dari Pinggiran ".
Talkshow Mataros ini dipandu oleh Dewi Leba, asal Kefa, TTU. Dewi Leba sendiri saat ini aktif sebagai Reporter iNews TV di Level Nasional, dan konsen di dunia Jurnalistik secara umum.
Sebelum acara talkshow, Anak TimorHitz menggelar Soft Launcing Rose Laundry dan Studio Anak Timor Hitz.
![]() |
| Kiri-kanan belakang: Don Kapitan, Julian, Melky, Pius Bria, Yanto Seran, Oliver. Depan (ki-ka) : Roy Tei Seran, Fridolin Berek, Emanuel Bria. |
Romo Filto Bowe, Pr imam Diosesan Keuskupan Atambua yang sedang ditugaskan di Jogyakarta memimpin ibadat pemberkatan tempat usaha. Selanjutnya, rombongan kemudian mengunjungi keluarga besar Belu, Malaka, dan TTU Diaspora serta Umat Katolik umumnya di Jakarta.
Kehadiran persatuan Anak Timor Hitz Creative sendiri dipioner oleh Yulius Haryanto Seran.
Selaku pencetus, Yanto Seran berharap anak - anak Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Rote, Alor) mampu menggunakan media - media sosial baik facebook, Instagram dan Youtube untuk menampilkan hal - hal positif tentang kekayaan lokal dari Tana Flobamora.
" Menampilkan figur - figur terkenal NTT terutama tenun, bahasa, adat istiadat NTT atau hal - hal positif lainnya seperti prestasi - prestasi anak - anak NTT di berbagai level ", demikian asa Yulius Haryanto Seran, pemuda asal Kabupaten Malaka.
AKSI PEDULI ROKATENDA MASYARAKAT NTT SE-JABODETABEK
Laporan : Martinus Laba Uung
Hari Minggu, 16 Juni 2013 bertempat di Gereja katolik St. Yoseph Matraman Jakarta Timur, Masyarakat asal NTT se-jabodetabek berkumpul dalam acara Aksi peduli korban bencana letusan gunung Rokatenda Palue Flores NTT.
![]() |
Kika: Umbu
Marisi, Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD,
Yolak Dalimunthe, Vincent Siboe
|
Pada acara tersebut berhasil
dikumpulkan donasi sebesar Rp. 100 juta rupiah, sejumlah gardus pakaian layak
pakai dan 500 Rosario yang diberikan langsung
kepada Uskup Maumere, Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD. Acara yang diselenggarakan
oleh Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora (FKM-FLOBAMORA) Selain dihadiri oleh Uskup Maumere Mgr. G.Khaerubim Pareira, SVD, juga hadir
Direktur Bantuan Darurat Badan Nasional Penanggulan Bencana, Bapak Yolak Dalimunthe.
Hadir pula para sesepu dan tokoh NTT di Jakarta seperti, Vincent Siboe, Anton
Tifaona, Blasius Bapa dan Yacob Riberu. Hadir juga Kepala Kantor Penghubung NTT
di Jakarta Bapak Berto Lalo, serta hadir juga beberapa orang muda NTT seperti,
Petrus Selestinus, SH, Andreas Hugo Parera, Marsel Wawo, Ida Djawa, Paulus Doni
Ruing, Gabriel Goa, Honing Sani, dll.
Acara
tersebut diawali dengan Perayaan Ekaristi dan dilanjutkan dengan temu wicara. Penyelenggara
Kegiatan Forum Komunikasi Masyarakat Flobamora (FKM FLOBAMORA), Marsel MUJA
sebagai Ketua Umum menyampaikan bahwa acara ini digagas mengingat penanganan
serta kondisi masyarakat korban letusan Gunung Rokatenda paluE masih sangat
memprihatinkan. Uskup Maumere Mgr. G. Kherubim Pareira, SVD dalam kesempatan
itu menyampaikan beberapa fakta yang ada dilapangan bahwasanya perhatian
terhadap masyarakat korban bencana rokatenda seperti terabaikan, sebagai akibat
daripada berbagai kesibukan politik local maupun regional, disaat yang sama dengan datangnya bencana.
Dengan
segala keterbatasannya gereja dalam hal ini keuskupan Maumere telah berusaha
semaksimal mungkin untuk meringankan penderitaan umat PaluE. Disamping itu
uskup juga melihat bahwa dibalik bencana tersebut ternyata terdapat juga berkat
yaitu spontanitas, solidaritas dari berbagai kalangan. Dengan demikian bencana
ini justru Tdapat mempersatukan berbagai kalangan yang peduli; “UT OMNES UNUM SINT”. Diantara para
sesepu yang hadir Vincent Siboe, Ketua Ikatan Keluarga Maggarai (IKAMADDA)
Justru berbicara lebih vocal, berbekal pengalaman sebelumnya dalam penanganan
bencana longsor yang terjadi di Manggarai
dalam waktu xilam, “TUA GOLO”
Vincent menyeruhkan kepada pemerintah untuk bertanggungjawab terhadap nasib dan
kehidupan orang PaluE yang juga bagian dari bangsa ini.
Yolad Dalimunthe
mewakili BNPB, menyambut aspirasi yang ada saat acara tersebut dengan
mengatakan bahwa dalam tahapan tanggap darurat yang terjadi sejak oktober 2012
BNPB telah meluncurkan dana bantuan sebesar Rp. 600jt yang ternyata sampai
sekarang belum dipertanggungjawabkan oleh pemda setempat. Selanjutnya BNPB akan
secepatnya turun ke PaluE sekaligus mengucurkan dana bantuan sebesar 14 Milyar
bagi korban bencana Rokatenda. (Sudah direalisasi dengan kehadiran Kepala BNPB
di Ropa, Ende Flores Pada tanggal 19 Juni 2013). Menanggapi pernyataan Yolak Dalimunthe,
Petrus Selestinus, SH menegaskan bahwa bantuan bagi msyarakat PaluE harus
dikawal secara serius agar terbebas dari penyelewengan dan korupsi,
selanjutanya Anton Tifaona dan sesepu NTT lainnya mendorong agar FKM-FLOBAMORA bersama segenap element lainnya secepat mungkin menyusun sebuah “action
plan” agar bencana Rokatenda mendapat perhatian serius dari pemerintah dan
Negara. Action Plan ini sangat penting terutama berkaitan dengan keberlanjutan
hidup 10 ribu warga PaluE selanjutnya. Apakah mereka tetap masih tinggal dan
mendiami pulau itu atau harus direlokasi.
Joko Widodo atau Jokowi akan berpidato sebagai Presiden terpilih di Sentul
Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019. Pidato itu akan
disampaikan dalam puncak acara Visi Indonesia yang diselenggarakan Tim Kampanye
Nasional Jokowi-Ma'ruf dan relawan. Berikut cuplikan isi Pidato:
Assalamuallaikum wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua
Om swastiastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan
Bapak, Ibu, saudara-saudara
sebangsa dan setanah air.
Seluruh rakyat Indonesia yang
saya cintai. Hadirin yang berbahagia.
Kita harus menyadari, kita harus
sadar semuanya bahwa sekarang kita hidup dalam sebuah lingkungan global yang
sangat dinamis!
Fenomena global yang ciri-cirinya
kita ketahui, penuh perubahan, penuh kecepatan, penuh risiko, penuh
kompleksitas, dan penuh kejutan, yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering
jauh dari hitungan kita.
Oleh sebab itu, kita harus
mencari sebuah model baru, cara baru, nilai-nilai baru dalam mencari solusi
dari setiap masalah dengan inovasi-inovasi. Dan kita semuanya harus mau dan
akan kita paksa untuk mau.
Kita harus meninggalkan cara-cara
lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola
lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita
buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!
Manajemen seperti inilah yang
kita perlukan sekarang ini. Kita harus menuju pada sebuah negara yang lebih
produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi
dalam menghadapi perubahan-perubahan itu.
Oleh sebab itu, kita menyiapkan
tahapan-tahapan besar.
PERTAMA, Pembangunan
infrastruktur akan terus kita lanjutkan! Infrastruktur yang besar-besar sudah
kita bangun. Ke depan, kita akan lanjutkan dengan lebih cepat dan menyambungkan
infrastruktur besar tersebut, seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan
bandara dengan kawasan-kawasan produksi rakyat.
Kita sambungkan dengan kawasan
industri kecil, sambungkan dengan Kawasan Ekonomi Khusus, sambungkan dengan
kawasan pariwisata. Kita juga harus menyambungkan infrastruktur besar dengan
kawasan persawahan, kawasan perkebunan, dan tambak-tambak perikanan.
KEDUA, Pembangunan SDM. Kita akan
memberikan prioritas pembangunan kita pada pembangunan sumber daya manusia.
Pembangunan SDM menjadi kunci
Indonesia ke depan. Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin
kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia
sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke
depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, kematian ibu, atau
kematian bayi meningkat. Tugas besar kita di situ!
Kualitas pendidikannya juga akan
terus kita tingkatkan. Bisa dipastikan pentingnya vocational training,
pentingnya vocational school. Kita juga akan membangun lembaga Manajemen
Talenta Indonesia. Pemerintah akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan
dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.
Diaspora yang bertalenta tinggi
harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan
pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus
manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa
membawa negara ini bersaing secara global.
KETIGA, Kita harus mengundang
investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan
ada yang alergi terhadap investasi.
Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya.
Oleh sebab itu, yang menghambat
investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat,
berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan
saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada
lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan
pekerjaan.
KEEMPAT, Penting bagi kita
untuk mereformasi birokrasi kita. Reformasi struktural! Agar lembaga semakin
sederhana, semakin simpel, semakin lincah! Hati-hati! Kalau pola pikir, mindset
birokrasi tidak berubah, saya pastikan akan saya pangkas!
Kecepatan melayani, kecepatan
memberikan izin, menjadi kunci bagi reformasi birokrasi. Akan saya cek sendiri!
Akan saya kontrol sendiri! Begitu saya lihat tidak efisien atau tidak efektif,
saya pastikan akan saya pangkas, copot pejabatnya. Kalau ada lembaga yang tidak
bermanfaat dan bermasalah, akan saya bubarkan!
Tidak ada lagi pola pikir lama!
Tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi
kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman. HARUS BERUBAH! Sekali lagi,
kita harus berubah.
Kita harus membangun nilai-nilai
baru dalam bekerja, menuntut kita harus cepat beradaptasi dengan perkembangan
zaman.
Maka kita harus terus membangun
Indonesia yang ADAPTIF, Indonesia yang PRODUKTIF, dan Indonesia yang INOVATIF,
Indonesia yang KOMPETITIF.
KELIMA, kita harus menjamin
penggunaan APBN yang fokus dan tepat sasaran. Setiap rupiah yang keluar dari
APBN, semuanya harus kita pastikan memiliki manfaat ekonomi, memberikan manfaat
untuk rakyat, meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.
BAPAK IBU DAN HADIRIN YANG
BERBAHAGIA, namun perlu saya ingatkan bahwa mimpi-mimpi besar hanya bisa
terwujud jika kita bersatu!
Jika kita optimis!
Jika kita percaya diri!
Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar!
Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika!
Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.
Jika kita optimis!
Jika kita percaya diri!
Kita harus ingat bahwa negara kita adalah negara besar!
Negara dengan 17 ribu pulau. Dengan letak geo-politik yang strategis. Kita adalah negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika!
Memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Demografi kita juga sangat kuat! Jumlah penduduk 267 juta jiwa, yang mayoritas di usia produktif.
Kita harus optimis menatap masa
depan! Kita harus percaya diri dan berani menghadapi tantangan kompetisi global.
Kita harus yakin bahwa kita bisa menjadi salah satu negara terkuat di dunia.
Persatuan dan kesatuan bangsa
adalah pengikat utama dalam meraih kemajuan. Persatuan dan persaudaraan kita
harus terus kita perkuat! Hanya dengan bersatu, kita akan menjadi negara yang
kuat dan disegani di dunia! Ideologi Pancasila adalah satu-satunya ideologi
bangsa yang setiap Warga Negara harus menjadi bagian darinya!
Dalam demokrasi, mendukung
mati-matian seorang kandidat itu boleh. Mendukung dengan militansi yang tinggi
itu juga boleh. Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Silakan. Asal jangan
oposisi menimbulkan dendam. Asal jangan oposisi menimbulkan kebencian. Apalagi
disertai dengan hinaan, cacian, dan makian.
Kita memiliki norma-norma agama,
etika, tata krama, dan budaya yang luhur.
Pancasila adalah rumah kita
bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa!
Tidak ada toleransi sedikit pun
bagi yang mengganggu Pancasila! Yang mempermasalahkan Pancasila! Tidak ada lagi
orang Indonesia yang tidak mau ber-Bhinneka Tunggal Ika!
Tidak ada lagi orang Indonesia
yang tidak toleran terhadap perbedaan! Tidak ada lagi orang Indonesia yang
tidak menghargai penganut agama lain, warga suku lain, dan etnis lain.
Sekali lagi, ideologi kita adalah
Pancasila. Kita ingin bersama dalam Bhinneka Tunggal Ika, dalam keberagaman.
Rukun itu indah. Bersaudara itu indah. Bersatu itu indah.
Saya yakin, semua kita
berkomitmen meletakkan demokrasi yang berkeadaban, yang menunjujung tinggi
kepribadian Indonesia, yang menunjung tinggi martabat Indonesia, yang akan
membawa Indonesia menjadi Indonesia Maju, Adil dan Makmur.
Indonesia Maju adalah Indonesia
yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya.
Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat.
Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum.
Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia
yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin
kompetitif.
Ini bukanlah tentang aku, atau
kamu. Juga bukan tentang kami, atau mereka. Bukan soal Barat atau Timur. Juga
bukan Selatan atau Utara. Sekarang bukan saatnya memikirkan itu semua. Tapi ini
saatnya memikirkan tentang bangsa kita bersama. Jangan pernah ragu untuk maju
karena kita mampu jika kita bersatu!
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bogor, 14 Juli 2019
Joko Widodo





