Tereweng,
itulah nama dari salah satu pulau berpenghuni dari 9 pulau berpenghuni di
Kabupaten Alor. Tereweng juga merupakan salah satu dari 11 desa yang
berada di Kecamatan Pantar Timur, desa ini terletak kurang lebih 65 Km dari Ibu
Kota Kabupaten.
Meskipun jauh desa ini menyimpan
berbagai keunikan dimulai dari Batu Kursi ( Bar Kadera ) batu yang tidak pernah
berubah tempat walau dihadang gelombang, Batu Bercabang Dua (Singgali) batu
yang menjadi pusat menyatunya arus di desa Tereweng.
Selain itu, tidak kalah menariknya
lagi Tereweng memiliki Tanjung Batu. Sebuah tanjung yang berada di desa
tereweng yang dihiasi bebatuan yang sangat unik.
Tanjung batu ini tersusun secara
alami membentuk candi melalui proses pengikisan air laut terhadap bebatuan di
pesisirnya, batu --batu ini membentuk ukiran atau motif dengan
sempurnya.
Berbagai motif atau ukiran dapat di
temui disana, ada motif yang membentuk manusia, masjid, dan hewan dan lain
sebagainya jikalau kita memandang dengan penuh ketelitian dengan jarak yang
sangat dekat.
Konon cerita warga setempat karena
keunikannya tempat ini pernah dikunjungi para tourist baik dari mancanegara maupun dalam negeri.
Akses untuk ke tempat ini menggunakan jalur laut dengan perahu motor Tereweng, berangkat dari Pelabuhan Dulionaong (Kalabahi-Alor) dengan menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam dengan biaya per orang kurang lebih Rp 20.000,-
Tanjung Batu merupakan salah satu
aset yang jikalau dikelola dengan baik akan mendatang devisa bagi desa
tereweng, juga Kabupaten Alor.
Berdasarkan wawancara penulis dengan
seorang aparat desa bahwa pernah diusulkan untuk pengembangan hanya saja itu
merupakan program jangka panjang, karena sementara ini desa masih fokus pada
kesejahteraan masyarakat setempat.
Penasaran dengan Tempat ini? Bagi
kalian yang belum kesini Ayo berkunjung dikala masih gratis, bisa dijadikan
tempat foto pra wedding dan lain sebagainya.
(Catatan disadur dari aneka berita)
![]() |
| Ketua Umum FKM FLOBAMORA, Marsel MUJA |
Forum
Komunikasi Masyarakat Flores Sumba Timor dan Alor (FKM Flobamora)
bersama Tim Pembela Demokrasi Indonesia melaporkan Ketua Dewan
Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, ke Komisi Pemberantasan Korupsi.
Mereka menilai politikus asal Golkar itu telah melakukan kolusi dengan
meminta jatah saham kepada PT Freeport Indonesia.
"Masyarakat Nusa
Tenggara Timur (NTT) dan TPDI melihat yang dilaporkan Menteri ESDM
Sudirman Said tentang peristiwa 8 Juni 2015 itu menggambarkan sebuah
kolusi," perwakilan TPDI, Petrus Selestinus, di gedung KPK, Jakarta
Selatan, Rabu, 18 November 2015.
Petrus mengatakan, laporan
Menteri Sudirman ke Majelis Kehormatan Dewan terkait pencatutan nama
Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla oleh Setya Novanto untuk meminta
jatah saham PT Freeport adalah pelanggaran yang cukup serius. "Sudah ada
pembicaraan janji 20 persen ke penyelenggara negara, yaitu presiden dan
wakil presiden," katanya.
Selain melaporkan ke komisi antirasuah,
Petrus juga menuntut Setya Novanto untuk mundur dari jabatannya sebagai
Ketua DPR. "Perilakunya sudah merugikan dan mempermalukan masyarakat
NTT," katanya.
Menurut dia, selama ini masyarakat NTT percaya kepada Setya Novanto
karena dia selalu lolos dari jeratan hukum kasus-kasus yang disebut
melibatkannya. "Sayangnya sampai hari ini penegak hukum tidak bisa
membuktikan sehingga masyarakat masih percaya. Kalau sampai terbukti,
selesailah dia di mata masyarakat NTT," kata Petrus.
Senin,
16 November lalu, Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke Majelis
Kehormatan Dewan atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pencatutan itu terkait untuk memuluskan
perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
FRISKI RIANA
TEMPO.CO, Jakarta
Rabu, 18 November 2015 20:52 WIB
A. PENDAHULUAN
| Konpress Acara NTT Memanggil, Wisma NTT Tebet Jakarta Selatan (Ft. Martin Uung) |
Icon
pariwisata Indonesia sesungguhnya berada di NTT, tepatnya di Flores, yaitu
binatang purba Varanus Komodo dan danau triwarna Kelimutu yang telah kesohor
seantero dunia. Bukan hanya itu, masih banyak potensi wisata alam dan bahari
yang tidak kalah indahnya yang terdapat di setiap pulau di seantero NTT. Sementara di sektor budaya, NTT yang heterogen dalam
etnik, juga menyimpan sejuta pesona budaya yang terekspresi dalam bentuk tari, lagu/nyanyian,
seni tenun, seni ukir dan kuliner khas masing-masing daerah. Sayangnya,
berbagai kekayaan wisata dan budaya tersebut belum mendapatkan perhatian untuk dikelola
secara optimal agar membawa manfaat bagi kesejahteraan hidup masyarakat
setempat.
Bertolak dari
kenyataan di atas, Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Flobamora di Jabodetabek telah
bekerja untuk menyelenggarakan “FLOBAMORA
CUL-FASHION CARNAVAL” dengan mengusung thema: “NTT MEMANGGIL.” Even yang baru pertama kali digelar di Ibukota
Negara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara FKM Flobamora dan Pemerintah
Provinsi NTT dalam rangka menyambut HUT NTT ke 54, yang jatuh pada tanggal 20
Desember 2012.
B. TUJUAN
Kegiatan pagelaran budaya ini memiliki
beberapa tujuan yang ingin dicapai, di
antaranya adalah:
1. Untuk mengangkat dan mempromosikan
kekayaan budaya NTT yang terekspresi dalam keaneragaman tarian, nyanyian, seni
tenun, kuliner khas NTT serta berbagai potensi daerah NTT lainnya;
2. Untuk secara dini melakukan sosialisasi kegiatan “Sail Komodo” 2013;
3. Untuk merajut solidaritas yang kuat di antara masyarakat Flobamora di
diaspora.
C. BENTUK KEGIATAN
1. Carnaval budaya
Sebagaimana di utarakan
sebelumnya bahwa Flobamora memiliki pesona budaya yang sangat heterogen dan eksotik. Lebih
dari 20 kabupaten/kota akan ambil bagian dalam Carnaval budaya tersebut dengan
pernak-pernik kekhasan masing-masing dalam balutan busana tradisional berpadu
dengan berbagai jenis tarian daerah yang akan mengundang masyarakat tumpah ruah
di sepanjang jalan sekitar Pekan Raya Jakarta (PRJ). Program pemungkas carnaval
budaya ditutup dengan tarian kolosal Ja’i di pelataran PRJ yang melibatkan
sekitar 12.000 penari. Tarian kolosal tersebut akan memecahkan rekor Muri
jumlah penari dalam balutan busana adat.
2. Pegelaran Seni
Budaya & Fashion Show
Selain menampilkan berbagai
atraksi budaya khas Flobamora, juga ditampilkan karya masterpiece dari para designer yang menghadirkan tren fashion
tradisional NTT dalam selera modern. Event ini juga sebagai ajang pencarian
model muda berbakat yang nantinya dipersiapkan sebagai calon model professional
asal Flobamora.
D. PESERTA/PENGUNJUNG
Flobamora Cul Fashion Carnaval
(FCFC) akan diikuti duapuluhan ribu warga Flobamora di Jabodetabek dan
sekitarnya serta utusan dari 21 kabupaten/kota di NTT. Jumlah tersebut belum
termasuk undangan yang mencakup seluruh pejabat Negara dan wakil dari
Negara-negara sahabat serta warga DKI Jakarta.
E. WAKTU & TEMPAT
Hari/Tanggal : Minggu, 27 Januari 2o12
Waktu : Pkl. 12.00 – 20.00 WIB
Tempat :
Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat
Demikian informasi kegiatan ini semoga dapat bermanfaat dan harap maklum
Tim Panitia
NTT Memanggil
Demikian informasi kegiatan ini semoga dapat bermanfaat dan harap maklum
Tim Panitia
NTT Memanggil
FKM FLOBAMORA Pecahkan Rekor MURI, Tarian Ja’I Massal,
Laporan
: Martinus Laba Uung
FLOBAMORA Sebuah Ajakan
![]() |
| Penghargaan Rekor MURI |
Tujuan
dari event ini adalah untuk merajut solidaritas yang kuat diantara Keluarga
Besar Masyarakat Flobamora di diaspora NTT Se-Jabodetabek, mengangkat dan
mempromosikan kekayaan budaya NTT yang terekspresi dalam keaneragaman tarian,
nyanyian, seni tenun, kuliner khas NTT serta berbagai potensi daerah NTT
lainnya; Selain itu juga melalui event ini secara langusng mendukung
program sosialisasi kegiatan “Sail
Komodo” 2013;
Tidak
kurang dari 10 ribu orang NTT yang mengitari kota-kota se-Jabodetabek, bahkan
dari Bandung, dan Banten memenuhi semua sisi dan sudut PRJ. Kehadiran keluarga
besar NTT tersebut terbingkai dalam pakaian dan assesoris khas daerah masing-masing,
sehingga menjadikan Arena PRJ. Berubah menjadi suasana penuh sukacita yang
telah pula disatukan dalam ekspresi budaya daerah masing-masing dalam berbagai
bentuk. Masing-masing daerah mengenakan kostum dan assesoris daerah, membawa
makanan khas untuk dinikmati bersama, membawakan tari dan lagu di atas panggung
kehormatan, membawa hasil kerajinan tangan, tenunan dan lain sebagainya. Suasana
berbagi cerita tentang perkembangan kampung halaman masing-masing untuk
membangkitkan rasa rindu terhadap kampung halaman FLOBAMORA.
Sebagaimana
halnya dengan banyak daerah lainnya di luar Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT)
juga tetap merupakan wilayah periferi dalam peta ekonomi dan politik Indonesia.
Sebagai daerah minus sumber daya alam (mineral), NTT tidak menarik secara
ekonomi dan terlalu biasa secara politis. Orang (tidak terkecuali pemerintah
pusat) memperhatikan NTT hanya kalau ada bencana alam atau bencana kemanusiaan
lain yang terjadi di daerah ini. Padahal wilayah NTT, yang juga dikenal dengan
sebutan budaya FLOBAMORA (sebutan yang merujuk pada keempat pulau besar di NTT,
yakni: Flores, Sumba, Timor dan Alor), menyimpan sejuta pesona alam dan budaya
yang sangat eksotik. Perlu anda dan saya ketahui bahwa Propinsi Nusa Tenggara
Tmur yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste, tercatat sebagai provinsi
dengan pulau terbanyak di dunia yaitu 566 pulau yang
berjajar antara 80-120 derajat LS dan 1180-1250 Bujur Timur. Di antaranya
adalah Flores, Sumba, Timor dan Alor. Karenanya NTT sering disebut sebagai Flobamora
(singkatan dari Flores, Sumba, Timor dan Alor).
Kazanah
budaya yang masih ‘terpendam’ itu sebagian kecilnya telah disajikan dalam arena
PRJ disaksikan tamu dan berbagai pengunjung yang datang. Hadir pula tamu kehormatan
Gubernur DKI Jakarta Jokowi didampingi Gubernur dan Wagub NTT. Kehadiran Jokowi
memenuhi harapan warga NTT yang menginginkan agar Jakarta menjadi etalase
promosi wisata budaya NTT ke mancanegara.
Rekor MURI
![]() |
| Tarian Ja'i, Arena Jiexpo Kemayoran Jakarta Pusat. |
Tari Ja’i merupakan salah satu
tarian tradisional masyarakat suku Ngada yang sering ditampilkan dalam ritus
Sa'o Ngaza. Tarian ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan
masyarakat. Tari Ja’i ini biasanya dilakukan secara masal oleh masyarakat suku
Ngada, semakin banyak yang mengikuti tarian tersebut maka akan semakin hikmat.
Bagi masyarakat Ngada, selain sebagai ungkapan rasa syukur, Tari Ja’i juga
memiliki nilai-nilai kehidupan masyarakat yang sangat penting didalamnya.
Konon, tarian massal ini asal-usulnya dari India yang pada abad
pertengahan dibawa para eksodus India ke Flores, NTT. Tak heran kalau Ja’i
khas Bajawa ini mirip dan sebangun dengan satu jenis tarian populer di India
bernama Ja’i Ho. Tarian Ja’i dilakukan untuk merayakan suka-cita,
kemuliaan jiwa, dan kemerdekaan ruh. Ja’i di depan rumah (kisa nata)
yang dijadikan tempat pemujaan sakral (Djawamaku, 2000).
Kemiripannya terletak pada kharakter dasar tarian itu sendiri, yakni
sebagai tarian massal atau tarian komunal (bukan aksi individu). Semakin banyak
orang yang ikut menari (Ja’i), semakin nikmat dan indah Ja’i
itu ditonton. Karena itu tarian ini hanya cocok bagi masyarakat komunal (lawan
dari masyarakat individual) yang menjadi ciri khas masyarakat NTT kebanyakan.
Sisi lainnya adalah keajegan ragam gerakannya. Sedikit
ragamnya namun dilakukan berulang-kali mengikuti irama lagunya yang khas atau
gong-gendang yang mengiringinya. Simple ragamnya namun kaya energinya.
Dilakukan penuh rasa, sepenuh jiwa, sembari merengkuh dan melepaskan energi.
Tarian daerah khas Bajawa dari Pulau Flores ini sudah sangat populer di
kalangan masyarakat NTT diaspora, baik di dalam maupun di luar negeri. Sekitar
sepuluh ribu orang seakan terhipnotis
larut dalam keseragaman gerakan JA’I penuh energi asal kabupaten Ngada
ini.
Barangkali
inilah salah satu pertimbangan MURI mengapa Ja’i dipilih masuk rekor.
Tidak saja karena jumlah massa terbanyak, tetapi juga suasana sukacita yang
dihasilkan dari energi ja’i, serta penyebaran tarian ini begitu cepat
sampai hingga ke berbagai pelosok negeri.
Acara
Puncak yang meriah ini ditutupi dengan tarian Ja’i bersama dan menyanyikan
secara bersama-sama lagu sayonara, sampai bertemu dilain kesempatan




